Rabu, 28 September 2016

Panduan Supaya Tanaman Pohon Cepat Berbuah

Supaya tanaman cepat berbuah

Tanaman yg sudah tumbuh besar, dan sudah saatnya berbuah, tapi belum juga mau berbuah, memang mengesalkan. Kenapa hingga ia dapat ngambek begitu? Berikut ini faktor-faktor penyebab dan jalan keluarnya.

Tak jarang pemilik tanaman buah merasa kesal, karena pohonnya ternyata tak juga mau berbuah. Padahal, menurut umurnya, tanaman itu sewajibnya sudah mulai berbuah.

Mengapa tanaman tidak mau segera berbuah?

1.  Pohon behunian dua

Tanaman yg tak mau segera berbuah, mungkin tergolong tanaman behunian dua. Maksudnya, dalam satu pohon itu hanya ada bunga jantan atau bunga betina saja. Apabila tanaman Kamu termasuk yg berbunga jantan saja, hingga kapan pun tanaman itu tidak akan mau berbuah. Sebaliknya, kalau yg Kamu miliki tanaman yg berbunga betina saja, masih mungkin berbuah, asal di dekatnya ada pohon berbunga jantan, yg sama-sama sedang berbunga.

2.  Perlu penyerbukan silang

Ada tanaman tertentu-seperti durian dan alpukat-yg bunganya baru dapat menjadi buah kalau diserbuki oleh pohon lain yg sejenis. Penyerbukan silang ini perlu dilakukan mengingat kemasakan bunga jantan dan bunga betina dalam satu pohon tidak bersamaan.

3.  Belum masanya berbuah

Mungkin sekali tanaman Kamu yg tidak mau berbuah itu karena umurnya memang belum mencapai batas umur untuk berbuah. Batas umur mulai berbuah ini bergantung pada jenis tanaman dan jenis bibitnya. Apakah dari biji, setek, cangkok, atau okulasi.

4.  Bunganya mandul

Tanaman yg tidak mau berbuah dapat juga karena bunganya mandul. Perubahan ini biasanya terjadi karena adanya mutasi gen. Sifat tanaman yg semula bunga-bunganya sewajibnya dapat menjadi buah, berubah dari sifat aslinya, karena pengaruh lingkungan.

5.  Iklim dan lingkungan tidak mendukung

Seluruh jenis tanaman buah akan hidup dan berbuah dg baik kalau syarat hidupnya seperti iklim (curah hujan, angin, suhu, kelembapan udara, sinar matahari), keadaan tanahnya, dan lingkungan terpenuhi. Kalau tidak, tanaman akan terhambat pertumbuhan dan produktivitasnya.

6.  Perawatan dan perhatiannya kurang baik

Ada kemungkinan tanaman Kamu itu enggan berbuah karena kebutuhannya akan cahaya (untuk fotosintesis), suhu dan kelembapan udara, pengairan, sirkulasi udara, dan zat hara kurang tercukupi.

Tanaman akan berbunga dan berbuah tepat pada saatnya dg produktivitas tinggi kalau pemilihan bibit, keadaan lingkungan, dan panduan perawatannya diperhatikan dg baik.

Pemilihan bibit yg tepat

Pertumbuhan pohon akan bagus kalau bibit yg dipakai betul-betul bibit pilihan.

Bibit dapat berasal dari tanaman milik sendiri, pemberian teman, atau dari penangkar. Kalau bibit itu berasal dari tanaman sendiri, tentu dapat diseleksi. Bibit pemberian tenam mungkin kurang baik mutunya. Kita tidak tahu persis bagaimana sifat-sifat pohon induknya. Kalau Kamu ingin membeli bibit pada penangkar, wajib pilih penangkar yg terpercaya, yg mutu bibitnya terjamin.

Di kalangan hobiis, pohon buah-buahan yg dianggap unggul adalah yg genjah. Artinya, tanaman itu lebih cepat masa awal berbuahnya. Sifat unggul yg lain adalah mudah pemeliharaannya, daging buahnya tebal dan manis, tekstur dagingnya halus tak berserat, kulitnya tipis, ukuran buahnya besar, bijinya kecil, produktivitasnya per pohon tinggi, warna buahnya menarik, buah sepanjang musim, bentuk pohonnya bagus dan tidak terlalu besar. Sifat unggul semacam itu sulit didapat pada tiap jenis tanaman.

Ada pohon buah-buahan yg berbuah sepanjang tahun, ada yg hampir sepanjang tahun, dan ada pula yg berbuahnya hanya sekali dalam setahun. Tanaman yg mampu berbuah sepanjang tahun di antaranya salak, semangka, pepaya, pisang, dan nanas, sedangkan yg berbuahnya hampir sepanjang tahun anggur, apel, belimbing, jambu biji, kedondong, sirsak. Tanaman yg berbuahnya sekali setahun antara lain duku, rambutan, jambu air, lengkeng, mangga, dan durian.

Ada beberapa hal yg dapat kita lakukan untuk mempercepat tanaman berbuah.
  1. Pemangkasan
    Ada tiga macam pemangkasan, yaitu pemangkasan ringan, sedang, dan berat.
    Pemangkasan ringan adalah pemangkasan yg dilakukan dg tujuan untuk membuang ranting yg tidak produktif. Pemangkasan seperti ini dilakukan pada pohon pepaya.
    Pemangkasan sedang biasanya dilakukan pada tanaman anggur, apel, jeruk. Cabang-cabang yg rusak dan ujung-ujung  cabang dipangkas sehingga tanaman cepat berbuah. Pemangkasan berat dilakukan dg tujuan untuk meremajakan tanaman yg sudah tua, sehingga buahnya dapat menjadi lebat lagi. Selain itu, pemangkasan berat dilakukan untuk meperpendek  tanaman buah-buahan sehingga kita lebih mudah memanennya, misalnya pohon jambu biji,belimbing, dan nangka.
    Dalam kegiatan pemangkasan ini dibutuhkan alat pemangkas gunting pangkas  dan gergaji. Kita juga membutuhkan cat, ter, atau parafin.
    Untuk melakukan pemangkasan wajib memperhatikan kondisi lingkungan tanaman.
    Ranting-ranting pohon cukup di pangkas dg gunting pemangkas tanaman. Batang atau dahan di potong dg gergaji. Pemotongan dilakukan miring ke dalam maksudnya adalah Supaya apabila terkena hujan, air tidak akan membasahi luka bekas pemotongan, yg akan menyebabkan terjadinya infeksi. Kemudian luka bekas pemotongan dipoles dg cat atau ter atau parafin sehingga terhindar dari infeksi hama dan penyakit. Pemangkasan dilakukan sepanduan teratur untuk mendapatkan buah sesuai yg diharapkan dilakukan pada tanaman anggur, apel, jeruk, dan alpukat juga buah-buahan lainnya.
  2. Penelitian
    Penelitian juga disebut pencicncinan atau pengikatan. Melilit pohon merupakan suatu panduan tradisional yg sudah dilakukan sejak jaman nenek moyg kita. Tujuan penelitian adalah untuk mempercepat proses pembuahan.
    Dg meneliti batang tanaman, pengangkutan karbohidrat hasil fotosintesis ke bagian akar menjadi terhambat sehingga akhirnya terjadilah timbunan-timbunan zat makanan yg kemudian akan merangsang timbulnya pembungaan dan pembuahan.
    Adalah benar di kampung-kampung banyak tanaman buah-buahan yg batangnya diikat dg kawat sebagai kencang, misalnya tanaman nangka, sirsak dan mangga.
    Bagian yg dililit adalah batang utama atau batang primer dan cabang.

  3. Melukai Batang dan Akar
    Melukai merupakan panduan yg sudah lama dilakukan, tetapi wajib dilakukan dg hati-hati karena salah melukai akan menjadikan tanaman mati. Untuk itu, apabila panduan lain masih dapat di tempuh, jangan dulu menggunakan panduan melukai tanaman.
    Tujuan melukai adalah untuk mempercepat pembuahan. Dg dilukai, pengangkutan zat-zat makanan, terutama pengangkutan hasil fotosintesis, ke bagian akar akan terganggu. Akibatnya terjadi pemusatan zat-zat makanan ke cabang-cabang dan dedaunan yg diikuti dg proses pembungaan dan akhirnya pembuahan.

Alat dan bahan yg digunakan adalah :
    1. Pisau atau parang atau sabit yg tajam
    2. Parafin atau cat atau ter
      Panduan melukai tanaman
      1. Goreslah bagian kulit batang (seperti mencangkok) hingga kambiumnya hilang dg lebar luka kira-kira 10-20 cm kelililng batang tanaman.
      2. Cacahlah kulit batang sepanduan tidak beraturan
      3. Oleskan parafin atau cat atau ter pada bekas luka untuk menghindari terjadinya infeksi.
      4. Pengerokan pada tanaman klengkeng dilakukan dg mengerok kulit batangnya sehingga pengangkutan zat tepung terganggu dan terjadi penimbunan zat tepung di bagian atas tanaman yg akhirnya digunakan untuk mempercepat pembentukan buah.
      5. Sekitar 4-5 bulan setelah pengerokan, klengkeng biasanya sudah berbuah.
        Melukai bagianakar atau umbi jarang dilakukan karena terlalu berbahaya bagi tanaman tersebut.
  1. Pemotesan Ujung Tunas Cabang
    Sebenarnya panduannya sama dg pemangkasan, tetapi dilakukan hanya pada bagian ujung-ujung tunasnya saja.
    Pemotesan ini dilakukan sehingga pertumbuhan memanjang dari cabang-cabang dapat di hambat. Dg demikian, zat makanan yg digunakan untuk membentuk tunas cabang dapat di timbun untuk membentuk daun.
    Biasanya Pemotesan dilakukan pada tanaman buah jambu biji, jambu monyet, alpukat, dan kedondong. Alat yg digunakan adalah gunting pangkas.
  2. Pemupukan
    Rangsangan Supaya tanaman lebih cepat berbuah sekarang ini dilakukan dg memberikan pupuk daun. Pupuk daun ini diberikan melalui penyemprotan pada daun. Pupuk akan diserap oleh mulut daun (stomata) yg ada pada permukaan daun.
  3. Pengairan. Air merupakan kebutuhan pokok bagi tanaman. Air memiliki beberapa manfaat, antara lain:
    1. sebagai pelarut zat-zat yg diserap untuk memudahkan pengangkutan
    2. untuk mempertahankan tekanan permukaan pada pengangkutan dan pertumbuhan tanaman
    3. sebagai zat makanan untuk pertumbuhan tanaman.
  4. Pemberian Hormon

    Membuat tanaman Supaya cepat berbuah juga dilakukan dg panduan memberikan sarana penunjang pertanian yg berupa zat perangsang pertumbuhan atau hormon. Zat ini juga disebut zat pemacu pertumbuhan, zat pengatur tumbuh, perangsang tanaman, stimulan, dan hormon tumbuh.
    Hormon tidak sama dg pupuk. Hormon diberikan dg panduan disemprotkan pada tanaman, dibasahkan pada akar tanaman, atau dg panduan menyuntikannya pada batang tanaman.
    Selain untuk mempercepat tanaman berbunga dan berbuah, hormon ini juga berfungsi meningkatkan ukuran buah.
Tag :
bagaimana Supaya tanaman dapat cepat berbuah, tips Supaya pohon dapat berbuah, mempercepat pohon berbuah, pohon tumbuh subur cepat menghasilkan buah.