Rabu, 28 September 2016

Panduan menangani hama penggerek buah kakao / coklat


Hama penggerek buah kakao atau sering disebut PBK merupakan salah satu hama yg paling sering dijumpai dalam budidaya kakao. Hama ini menyerang buah dan menyebabkan turunnya kuantitas dan kualitas hasil.

Hampir seluruh wilayah penanaman kakao di Indonesia mengenal hama penggerek buah kakao. Nama ilmiah hama ini adalah Conophomorpa cramerella.

Serangan hama penggerek buah kakao seringkali berdampak besar terhadap bisnis budidaya kakao. Dapat menggerogoti produktivitas hingga 80%. Oleh karena itu, pengenalan siklus hidup, gejala serangan, dan teknik pengendalian hama ini perlu dipahami Supaya serangannya tidak menimbulkan kerugian yg lebih besar.

Siklus hidup hama penggerek buah kakao

Hama penggerek buah kakao adalah serangga yg bermetamorfosis sempurna. Siklus hidupnya dimulai dari telur yg berubah menjadi larva. Dari larva menjadi imago (serangga dewasa) yg akan berkembang biak untuk memulai siklus hidup lagi. Lamanya waktu yg dibutuhkan dalam satu siklus kurang dari 35 hari.

Imago betina penggerek buah kakao berumur 5-7 hari. Dalam kurun waktu tersebut dapat menghasilkan 100 – 200 butir telur. Hama ini meletakkan telurnya di permukaan buah kakao yg berusia 3 – 4 bulan.

Dalam waktu kurang dari 7 hari, telur-telur tersebut akan menetas dan keluarlah larva-larva yg lantas menggerek kulit dan masuk ke dalam buah kakao. Larva ini tumbuh dewasa di dalam buah, melahap plasenta dan daging buah yg membungkus biji kakao.

Setelah 14 hari tinggal di dalam buah kakao, larva dewasa akan menggerek ke luar buah. Kemudian turun ke permukaan tanah untuk mencari daun kering yg akan digunakannya sebagai media hidup selama menjalani fase kepompong atau pupa. Setelah 7 hari menjalani fase kepompong, serangga ini berubah menjadi imago. Imago tersebut akan terbang, kawin, dan hinggap ke buah-buah kakao untuk meletakan telurnya.

Gejala serangan

Serangan hama penggerek buah kakao dapat dikenali dari perubahan warna kulit buah menjadi belang hijau-kuning atau tampak seperti matang sebelum waktunya. Buah ini bila dibuka, bagian dalamnya akan berwarna coklat kehitaman. 

Pada kulit buah yg terserang juga terdapat garis hitam yg merupakan bekas liang gerekan larva penggerek buah kakao. Biji dari buah yg terserang biasanya berukuran kecil dan saling berdempetan satu sama lain. Biji ini sulit dikeluarkan karena melekat kuat pada kulit buah. Biji dari buah yg terserang penggerek buah kakao umumnya memiliki kadar lemak yg rendah sehingga harga jualnya pun rendah.

Pengendalian hama penggerek buah kakao
  • Bila tidak dikendalikan dg serius, hama penggerek buah kakao dapat mengancam kelangsungan usaha budidaya. Oleh karena itu pemahaman tentang berbagai teknik pengendalian hama ini sangat dibutuhkan oleh para petani Supaya kerugian yg ditimbulkan akibat serangga ini dapat diminimalkan.
  • Sepanduan umum, pengendalian serangan hama penggerek buah kakao dapat dilakukan dg panduan kultur teknis, biologis, dan kimiawi.
Kultur teknis
  • Sepanduan kultur teknis, pengendalian hama penggerek buah kakao dapat dilakukan dg menerapkan teknik budidaya yg sedapat mungkin mampu menekan keberadaan hama ini di areal penanaman. Teknik budidaya yg dimaksud meliputi pemilihan klon kakao, pemilihan jenis pohon penaung, pemangkasan, kondomisasi, pemupukan, panen sering dan sanitasi.
  • Pemilihan klon merupakan tahapan awal dalam teknik pengendalian hama sepanduan terpadu. Dg menanam klon-klon kakao unggul yg memiliki ketahanan terhadap serangan hama penggerek buah kakao seperti ICCRI 7 dan Sulawesi 3 diharapkan tanaman kakao yg tumbuh nantinya tidak mudah terserang hama ini. 
  • Pemilihan pohon penaung merupakan salah satu hal yg perlu diperhatikan dalam usaha budidaya tanaman kakao. Kesalahan memilih jenis pohon penaung dapat menyebabkan intensitas serangan hama penggerek buah kakao menjadi sangat tinggi. 
  • Penggunaan pohon penaung yg dapat menjadi tanaman inang bagi hama penggerek buah kakao seperti rambutan, mata kucing,pulasan, kasai, cola, namnam, dan langsat sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan populasi hama penggerek di areal penanaman kakao menjadi sangat tinggi. 
  • Kondomisasi adalah perlakuan memberikan selubung pada buah kakao Supaya imago hama penggerek buah tidak dapat meletakan telurnya di permukaan buah. Selubung berupa plastik bening diikatkan pada buah sejak buah masih kecil (berukuran panjang 8 – 12 cm). 
  • Plastik yg digunakan untuk kondomisasi minimal berukuran 30 x 15 cm. Supaya kelembaban dalam selubung tidak terlalu tinggi, bagian ujung selubung yg menghadap ke bawah wajib dilubangi. 
  • Pemangkasan sepanduan berkala penting dilakukan untuk menjaga kondisi kelembaban kebun. Kebun yg terlalu lembab memungkinkan hama penggerek buah untuk melakukan reproduksi sepanduan lebih masif. Pemangkasan dilakukan dg membuang cabang-cabang atau ranting kakao yg saling bertumpang tindih dan mengurangi lingkar tajuk tanaman penaung yg terlalu lebat Supaya cahaya matahari dapat masuk ke dalam kebun. 
  • Pemupukan berimbang yg dilakukan sejatinya membantu tanaman untuk tumbuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Dg pemupukan yg tepat dosis, waktu, jenis, dan panduan, tanaman akan lebih kuat dalam menghadapi serangan hama ini.
  • Panen sering dan sanitasi dilakukan dg tujuan Supaya siklus hidup hama penggerek buah kakao terputus. Telur dan larva serangga yg terdapat pada buah akan ikut musnah bila kita melakukan panen sesering mungkin, begitupun dg sanitasi kebun yg dapat memutus siklus hidup pada fase kepompong.
Pengendalian biologis
Pengendalian hama penggerek buah kakao sepanduan biologi dapat dilakukan dg melepaskan musuh alaminya baik dari golongan predator maupun parasitoid. Predator dari hama ini antara lain semut hitam (Dolichoderus thoracicus), semut angrang (Oesophylla smaragdina), dan laba-laba (Arachnida). Sedangkan parasitoidnya antara lain Gorypus spp.Paraphylax spp.Ceraphron spp.Phaenocarpa spp.Beauveria bassiana, dan jamurTrichogrammatoideabactreafumata.

Pengendalian kimiawi
  • Pengendalian kimiawi dilakukan bila serangan hama penggerek buah kakao di kebun sudah dalam intensitas yg tinggi. 
  • Pengendalian kimiawi sebaiknya dilakukan setelah teknik pengendalian kultur teknis dan pengendalian biologi usai dilakukan. 
  • Pengendalian kimiawi hama penggerek buah kakao dapat dilakukan dg aplikasi insektisida kontak maupun sistemik dari bahan aktif seperti Propoxar 0,1% danDeltametrin 0,0015% .
Supaya buah kakao bebas dari hama, tips menangani hama penggerek, mencegah hama penggerek yg merusak buah kakau, hasil panan coklat melimpah tanpa serangan hama penggerek kakao.