Belimbing merupakan tanaman buah berupa pohon yg berasal dari kawasan Malaysia, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yg beriklim tropis lainnya di dunia termasuk Indonesia. Pada umumnya belimbing ditanam dalam bentuk kultur pekarangan (home yard gardening), yaitu diusahakan sebagai usaha sambilan sebagai tanaman peneduh di halaman-halaman hunian. Di kawasan Amerika, buah belimbing dikenal dg nama /sebutan “star fruits”, dan jenis belimbing yg populer dan digemari masyarakat adalah belimbing “Florida”.
JENIS TANAMAN.
Dalam taksonomi tumbuhan, belimbing diklasifikasikan sebagai berikut :
- Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
- Divisi : Spermatphyta (tumbuhan berbiji)
- Sub-divisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
- Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua)
- Ordo : Oxalidales.
- Famili : Oxalidaceae.
- Genus : Averrhoa.
- Spesies : Averrhoa panduanmbola L. (belimbing manis); A.bilimbi L. (belimbing wuluh)
Di Indonesia dikenal cukup banyak ragam varietas belimbing, diantaranya varietas Sembiring, Siwalan, Dewi, Demak kapur, Demak kunir, Demak jingga, Pasar minggu, Wijaya, Paris, Filipina, Taiwan, Bangkok, dan varietas Malaysia. Tahun 1987 telah dilepas dua varietas belimbing unggul nasional yaitu : varietas Kunir dan Kapur.
MANFAAT TANAMAN
Manfaat utama tanaman ini sebagai makan buah segar maupun makanan buah olahan ataupun obat tadisional. Manfaat lainnya sebagai stabilisator & pemeliharaan lingkungan, antara lain dapat menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, dll, menyaring debu, meredam getaran suara, dan memelihara lingkungan dari pencemaran karena berbagai kegiatan manusia. Sebagai wahana pendidikan, penanaman belimbing di halaman hunian tidak terpisahkan dari program pemerintah dalam usaha gerakan menanam sejuta pohon.
SENTRA PENANAMAN.
Sentra/pusat penanaman tanaman belimbing sebagai usahatani sepanduan intensif dan komersial adalah Malaysia. Pada tahun 1993 negara ini mampu mengekspor buah belimbing segar sebanyak 10.220 mt (metrik ton) senilai Rp. 2 miliar yg dipasok ke Hongkong, Singapora, Taiwan, Timur Tengah, dan Eropa Barat.
SYARAT TUMBUH
1. Iklim.
- Untuk pertumbuhan dibutuhkan keadaan angin yg tidak terlalu kencang, karena dapat menyebabkan gugurnya bunga atau buah.
- Curah hujan sedang, di daerah yg curah hujannya tinggi seringkali menyebabkan gugurnya bunga dan buah, sehingga produksinya akan rendah.
- Tempat tanamnya terbuka dan mendapat sinar matahari sepanduan memadai dg intensitas penyinaran 45–50 %, namun juga toleran terhadap naungan (tempat terlindung).
- Suhu dan kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C (basah), dg 6–12 bulan basah dan 0–6 bulan keing, namun paling baik di daerah yg mempunyai 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
2. Media Tanam
- Hampir seluruh jenis tanah yg digunakan untuk pertanian cocok pula untuk tanaman belimbing. Tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik.
- Derajat keasaman tanah untuk tanaman belimbing yaitu memiliki pH 5,5–7,5.
- Kandungan air dalam tanah atau kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah permukaan tanah.
3. Ketinggian Tempat.
Ketinggian tempat yg cocok untuk tanaman belimbing yaitu di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl.
PEDOMAN BUDIDAYA
1. Pembibitan.
- Persyaratan Benih dan Bibit ; Teknologi produksi bibit unggul belimbing wajib selalu menggunakan pohon induk unggul atau pembiakan sepanduan vegetatif (cangkok, okulasi, enten, dan susuan). Pembiakan sepanduan generatif dg biji tidak dianjurkan, karena hampir selalu memberikan keturunan berbeda dg induknya (segregasi genetis). Oleh karena itu, pembiakan generatif (biji) hanya dimaksudkan untuk menghasilkan bibit batang bawah (onderstam) yg kelak digunakan pada perbanyakan vegetatif.
- Penyiapan Benih ; Penyiapan bibit unggul belimbing dilakukan dg panduan pembiakan vegetatif (cangkok, okulasi, susuan dan enten). Khusus pada perbanyakan vegetatif dg panduan penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau bibit onderstam yg berasal dari biji (pembiakan generatif).
Tata panduan penyiapan batang bawah untuk penyiapan biji (benih) belimbing sebagai Lahan :
- Pilih buah belimbing yg sudah matang dipohon dan keadaannya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal.
- Ambil (keluarkan) biji dari buah dg panduan membelahnya, kemudian tampung dalam suatu wadah.
- Cuci biji belimbing dg air bersih hingga bebas dari lendirnya.
- Keringanginkan biji belimbing ditempat teduh dan kering hingga kadar airnya berkisar antara 12–14 %.
- Simpan biji belimbing dalam suatu wadah tertutup rapat dan berwarna, atau langsung disemai di persemaian.
Teknik Penyemaian Benih
Penyiapan lahan persemaian meliputi tahapan sebagai berikut :
- Tentukan (pilih) areal untuk lahan persemaian di tempat yg strategis dan tanahnya subur.
- Olah tanahnya cukup dalam antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikering-anginkan selama ± 15 hari. c) Buat bedg selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedg sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan.
- Tambahkan pupuk kKamung yg matang dan halus sebanyak 2 kg/m2 luas bedg sambil dicampurkan dg tanah atas sepanduan merata, kemudian rapikan bedg dg alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul.
- Tancapkan tiang-tiang bambu di sisi Timur bedg setinggi 100-150 cm dan di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang dari bilah bambu sambil diikat.
- Pasang atap persemaian dari dedaunan (jerami) atau lembar plastik bening (transparan), sehingga bedg persemaian lengkap dg atapnya siap disemai biji belimbing.
Tatalaksana menyemai biji belimbing adalah sebagai berikut :
- Rendam biji belimbing dalam air dingin atau hangat kuku (55-60 derajat C) selama 30 menit atau lebih.
- Kecambahkan biji belimbing dg panduan disimpan dalam gulungan kain basah di tempat yg lembab selama beberapa waktu.
- Semai biji belimbing yg telah berkecambah pada lahan pesemaian. Panduannya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal pada jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dg tanah tipis.
- Biarkan kecambah tumbuh dan berkembang menjadi bibit muda.
Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemeliharaan bibit selama di pesemaian dilakukan dg tahapan sebagai berikut :
- Penyiraman (pengairan) sepanduan kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca.
- Pemupukan dg pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yg dilarutkan dalam air dg dosis 10 gram/10 liter untuk disiramkan pada media pesemaian setiap 3 bulan sekali.
Pengendalian hama atau penyakit dg panduan memotong bagian yg terserang parah, perbaikan drainase tanah dan penyemprotan pestisida pada konsentrasi rendah antara 30–50 % dari yg dianjurkan.
Pemindahan Bibit.
Penyapihan (pendederan bibit pada umur 6–8 bulan dari pesemaian ke dalam polibag atau keranjang atau lahan yg telah diisi media campuran tanah dg pupuk kKamung.
Pengolahan Media Tanam
1. Persiapan :
- Luasan minimum yg diperlukan untuk operasional pembibitan adalah 2.000 m 2 , yg dapat menampung bibit sebanyak 5.000-10.000 bibit.
- Sedangkan lahan untuk pohon induk dapat disediakan tersendiri atau ditanam dalam lahan operasional.
- Syarat utama dalam pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman, sebagai indikator alami ada atau tidaknya sumber air dapat digunakan pohon enau, karena umumnya pohon enau hidup di daerah yg banyak mengandung air.
- Ciri lain lahan yg mengandung air adalah daerah tersebut berada di suatu lembah bukit atau pegunungan. Lahan untuk tanaman belimbing
di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl, dg kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah pemukaan tanah dan memiliki pH 5,5–7,5. Tanah lahannya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik, serta waktu penanaman yg paling baik di daerah yg mempunyai iklim antara 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
2. Pembukaan Lahan
- Tentukan areal lahan yg strategis dan subur, panduan pengolahan lahan (pembajakan/pengarukan dan pencangkulan) tanah lahan cukup dalam antara 30–40 cm hingga gembur, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari.
- Tambahkan pada tanah lahan yg telah diolah pupuk kKamung yg matang dan halus sebanyak 2 kg/m 2 kemudian rapikan bedg sambil icampurkan dg tanah atas sepanduan merata, dan dirapikan dg alat bantu papan kayu atau bambu atau cangkal dan selanjutnya lahan siap ditanami.
3. Pembentukan Bedg
- Bedg dibuat dg ukuran lebar 100–120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan.
- Bedg sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan. Pasang (tancapkan) tiang-tiang bambu di sisi Timur bedg setinggi 100–150 cm, dan di sisi Barat 75–100 cm, kemudian pasang pula palang-palang sambil diikat.
- Selanjutnya pasang atap dari dedaunan (jerami) atau plastik bening (transparan) sehingga bedg siap digunakan.
Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanam
- Penetuan jarak tanam dan pola tanam biasanya relatif tergantung pada luas lahan yg ada. Pada umumnya, bila areal lahan cukup luas maka jarak tanam antar tanaman belimbing dibuat sekitar 6 x 6 meter. Atau dapat pula digunakan dalan jarak tanam 5 x 5 m dg pola tanam dalam bentuk kultur perkebunan sepanduan permanen dan dipelihara intensif.
2. Pembuatan Lubang Tanam
- Sebelum bibit ditanam, terlebih dulu dibuat lubang tanam. Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Lubang digali sedalam 50 cm, separuh tanah galian bagian atas dipisahkan, lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu.
- Setelah cukup dianginkan, tanah dibagian atas dicampur dg pupuk kKamung ayam dg perbandingan 1:1.
- Selain itu juga diberi pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Kemudian campuran tanah dan pupuk itu dimasukkan kembali ke dalam lubang.
3. Panduan Penanaman.
- Lubang yg sudah dipersiapkan untuk ditanami seperti diatas, setelah diberi pupuk tidak langsung ditanami, tetapi dibiarkan selama 1 minggu setelah itu baru ditanami.
- Bila yg ditanam bibit okulasi klon B17, maka pada waktu ditanam di lapang wajib dikombinasikan/diseling dg bibit klon B2. Panduannya,diantara 8 tanaman B17 ditengah-tengahnya ditanami B2.
- Kombinasi ini dimaksudkan untuk membantu penyerbukan, karena menurut seorang ahli, diduga belimbing Penyiraman..ni bersifat male sterile, sehingga perlu bantuan serbuk sari klon B2 dalam penyerbukannya.
Pemeliharaan Tanaman.
1.Penjarangan dan Penyulaman
- Penjarangan dan penyulaman dimaksudkan Supaya buah lebih leluasa berkembang dan distribusi makanan hanya untuk buah yg dipelihara.
- Dalam penjarangan ini diusahakan tidak ada buah yg bergerombol atau berdempetan.
- Satu pohon diperkirakan hanya ada 100 buah belimbing yg dipelihara hingga besar.
- Penjarangan dilakukan saat buah sebesar 2,5–5 cm, atau 5–10 hari setelah bunga bermekaran.
2. Penyiangan, Pembubunan dan Perempalan
- Penyiangan, pembubunan dan perempalan dilakukan Supaya tanaman belimbing menghasilkan buah sepanduan produktif, dan mendapatkan hasil yg maksimal.
- Penyiangan dilakukan dg melakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman Supaya tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini untuk mendorong produksi buah dan memudahkan pemanenan.
3. Pemupukan.
- Pemupukan untuk 3 bulan setelah tanam adalah 25 kg pupuk kKamung ayam dg 50 gram NPK/pohon.
- Umur setahun 25 kg pupuk kKamung dg 150 gram NPK/pohon.
- Umur 2 tahun diberikan 50 kg pupuk kKamung dan 500 gram NPK/pohon, dan umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kKamung dg 1 kg NPK/pohon.
- Untuk media tanam berupa pot atau tanaman buah dalam pot (tabulampot) pemupukan diberikan pada waktu umur tanaman 1 bulan diberi pupuk dasar berupa campuran urea, TSP atau SP dan KCL (2:1:1) sebanyak 20 gr atau 2 sendok makan per pohon (pot).
- Pupuk tersebut dibenamkan dalam pot. Setiap sebulan sekali dipupuk dg pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gr dilarutkan dalam 10 liter air, larutan ini disiramkan pada tanaman belimbing dalam pot hingga tampak cukup basah.
- Pada tanaman belimbing yg sudah mulai berbunga dan berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 25–50 gram/pohon (pot)/tahun.
- Waku pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, dan seusai panen, sehingga tiap tahun minimal dilakukan pemupukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis.
4. Pengairan dan Penyiraman.
Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di daerah yg sepanjang tahun mendapatkan air tentu tidak masalah, namun di daerah yg kering tanaman perlu diberi pengairan dan disiram. Sebagai indikasi bila tanaman perlu disiram yaitu bila rumput-rumput yg tumbuh dibawah pohon sudah mulai layu. Penyiraman dapat dilakukan dg panduan penggenangan (dileb) atau disiram hingga daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase dan air segera dialirkan ke luar kebun Supaya tidak menggenang.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Sebagai pencegahan terhadap hama dan penyakit tanaman belimbing maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida dilakukan 2 minggu sekali, misalnya dg ‘Thamaron Super’ yg takarannya disesuaikan
dg dosis yg tertera pada kemasan.
HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
- Lalat buah (Dacus pedestris) ; Lalat ini berwarna coklat kekuning-kuningan dg dua garis membujur, pinggangnya ramping, bersayap seperti baju tidur yg strukturnya tipis dan transparan. Lalat betina meletakkan telur pada kulit buah, kemudian menetas menjadi larva. Larva inilah yg kemudian merusak daging buah belimbing hingga menyebabkan bususk dan berguguran. Pengendalian: dilakukan dg panduan pembungkusan buah pada stadium pentil (umur 1 bulan dari bunga mekar), mengumpulkan dan membakar sisa-sisa tanaman yg berserakan di bawah pohon, memasang sex pheromone seperti Methyl eugenol dalam botol aqua bekas.
- Hama lain : kutu daun, semut ngangrang (Oecophylla smaragdina) dan kelelawar. Pengendalian: kutu daun dan semut dapat disemprot dg insektisida yg mangkus seperti Matador 25 EC dll, sedangkan kelelawar wajib dg panduan dihalau.
2. Penyakit
- Bercak daun : Penyebab cendawan Cercospora averrhoae Fres. Gejala: terjadi bercak-becak klorotik berbentuk bulat dan kecil-kecil pada anak daun. Daun yg terserang berat menjadi kuning dan rontok, bahkan hingga gundul pada tanaman muda atau stadium bibit. Pengendalian: dg panduan memotong (amputasi) bagian tanaman yg sakit dan disemprot fungisida yg berbahan aktif Kaptafol, seperti Difolatan, dll.
- Penyakit kapang jelaga : penyakit ini hidup sebagai saprofit pada madu yg dihasilkan oleh kutu-kutu putih. Gejala: permukaan daun tertutup oleh warna hitam, sehingga dapat mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian: disemprot dg fungisida yg mangkus, misalnya Dithane M45 pada konsentrasi yg dianjurkan.
MASA PANEN
- Ciri dan Umur Panen : Umur panen (petik) buah belimbing sangat dipengaruhi oleh letak geografi penanaman, yaitu faktor lingkungan dan iklim. Di dataran rendah yg tipe iklimnya basah, umur petik buah belimbing sekitar 35–60 hari setelah pembungkusan buah atau 65–90 hari setelah bunga mekar. Ciri buah belimbing yg sudah saatnya dipanen adalah ukurannya besar (maksimal), telah matang dan warna buahnya berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya. Hal ini tergantung dari varietas belimbing.
- Panduan Panen : Panduan panen buah belimbing dilakukan dg panduan memotong tangkainya. Pemetikan buah berlangsung sepanduan kontinyu dg memilih buah yg telah matang. Waktu panen yg paling baik adalah pagi hari, saat buah masih segar dan sebelum cuaca terlalu panas (terik). Buah belimbing yg baru dipetik segera dimasukkan (ditampung) dalam suatu wadah sepanduan hati-hati Supaya tidak memar atau rusak.
- Periode Panen : Periode panen buah belimbing, umumnya penen perdana pada umur 3-4 tahun setelah tanam. Pembungaan dan pembuahan belimbing dapat terus menerus sepanjang tahun, masa panen paling lebat (banyak) biasanya terjadi tiga kali dalam setahun.
- Prakiraan Produksi : Potensi hasil/produksi buah belimbing varietas unggul yg ditanam di kebun sepanduan permanen dan dipelihara intensif dapat mencapai antara 150–300 buah/pohon/tahun. Bila jarak tanam 5 x 5 m dg populasi per hektar antara 250–400 pohon dg produktivitas 150–300 buah/pohon dan berat per buah rata-rata 160 gram, maka tingkat produksi per hektar mencapai 6–19 ton.
PASCA PANEN.
Seusai panen belimbing perlu penanganan pascapanen lebih lanjut, terutama bila jumlahnya melimpah (banyak). Tahapan penangan pascapanen buah belimbing adalah sebagai berikut :
- Pengumpulan : Kumpulkan buah belimbing di suatu tempat atau ruangan yg teduh.
- Penyortiran dan Penggolongan : Pilih buah bedasarkan tingkat kematangan dan ukuran yg seragam. Pisahkan (buang) buah yg rusak, cacat atau diserang hama dan penyakit. Bersihkan buah dari kotoran yg mungkin menempel dg alat bantu kuat lembut (halus).
- Penyimpanan : Simpan buah belimbing dalam wadah dan ruangan (tempat) yg dingin untuk persediaan keluarga, atau simpan kotak karton berisi buah belimbing di ruangan pendingin bersuhu antara 5-20 derajat C.
- Pengemasan dan Pengangkutan
- Bungkus tiap buah atau beberapa buah dg plastik regang atau kertas tissue atau polysterene net.
- Masukkan buah belimbing ke dalam wadah (kontainer) berupa kotak karton yg bagian dasar dan dindingnya dialasi (dilapisi) busa.
- Tiap kotak karton berisi maksimal 3 lapis buah belimbing dg posisi buah bagian pangkalnya berada di bawah. Buah belimbing yg sudah dikemas siap diangkut ke tempat penjualan/penampungan.
ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
1. Analisis Usaha Budidaya
Potensi produksi buah belimbing yg ditanam di kebun sepanduan permanen dan dipelihara intensif, dg jarak tanam antara 5x5 m atau 6x6 m, bila populasi tanaman belimbing per hektar antara 250–400 pohon dg potensi produktivitas 150–300 buah/pohon/tahun, dan berat per buah rata-rata 160 gram, maka dapat dihasilkan/tingkat produksi per hektar mencapai 6–19 ton buah belimbing. Pada panen raya belimbing, harga belimbing rata-rata mencapai Rp. 750,- hingga Rp.
5.000,- per kg. Maka kita dapat menghitung berapa Rupiah besar penghasilan yg didapat dalam 1 hektar per tahun. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya produksi yg dikeluarkan, seperti: pembibitan, pemeliharaan, pemupukan,
panen/pascapanen, dll.
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Prospek pemasaran belimbing di dalam negeri diperkirakan makin baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk dan semakin banyaknya konsumen menyadari pentingnya kecukupan gizi dari buah-buahan. Pada 1993 Indonesia baru andil 0,4 % dari total nilai impor dunia buah tropis. Bila pada tahun 1989 tingkat konsumsi buah-buahan per kapita penduduk Indonesia hanya mencapai 22,92 kg/tahun, maka untuk mencapai kecukupan gizi yg sesuai dg anjuran FAO menargetkan rata-rata 60 Kg per kapita per tahun. Panduan mengatasi buah belimbing yg di serang ulat.
Salah satu jenis buah potensial yg mudah dibudidayakan untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah belimbing. Perkiraan permintaan setiap tahun semakin meningkat, peningkatan permintaan tersebut adalah sebesar 6,1 %/tahun (1995–2000), 6,5 %/tahun (2000–2005), 6,8 %/tahun (2005–2010), dan mencapai 8,9 %/tahun (2010– 2015). Jelaslah bahwa prospek usahatani (agribisnis) belimbing amat cerah bila dikelola sepanduan intensif dan komersial, baik dalam bentuk kultur perkebunan, pekarangan, maupun Tabulampot.
Salah satu jenis buah potensial yg mudah dibudidayakan untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah belimbing. Perkiraan permintaan setiap tahun semakin meningkat, peningkatan permintaan tersebut adalah sebesar 6,1 %/tahun (1995–2000), 6,5 %/tahun (2000–2005), 6,8 %/tahun (2005–2010), dan mencapai 8,9 %/tahun (2010– 2015). Jelaslah bahwa prospek usahatani (agribisnis) belimbing amat cerah bila dikelola sepanduan intensif dan komersial, baik dalam bentuk kultur perkebunan, pekarangan, maupun Tabulampot.
STKAMUR PRODUKSI
- Ruang Lingkup : StKamur produksi ini meliputi: syarat mutu, panduan pengujian mutu, panduan pengambilan contoh dan panduan pengemasan.
- Diskripsi ..........................
- Klasifikasi dan StKamur Mutu : ......................
- Pengambilan Contoh
Contoh diambil sepanduan acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) hingga diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis.
- Jumlah kemasan dalam partai (lot) hingga dg 100, contoh yg diambil 5.
- Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 hingga dg 300, contoh yg diambil 7.
- Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yg diambil 9.
- Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yg diambil 10.
- Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yg diambil 15 (minimum).
Petugas pengambil contoh wajib memenuhi syarat yaitu orang yg berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dg badan hukum.
Pengemasa. Panduan mengatasi hama penyakit tanaman belimbing
Buah belimbing dikemas dg peti kayu/bahan lain yg sesuai dg berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yg bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat
bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal.
Demikianlah ulasan artikel dari saya tentang panduan menaman/budidaya buah belimbing.
Baca Juga :
Tag :
tehnik penanaman buah belimbing yg tepat, menanam buah belimbing tumbuh subur, pohon belimbing subur tanpa serangan penyakit, Supaya buah belimbing tidak mudah rontok, supaya buah belimbing besar dan sempurna, buah belimbing rasanya asam manis segar.
Baca Juga :
Tag :
tehnik penanaman buah belimbing yg tepat, menanam buah belimbing tumbuh subur, pohon belimbing subur tanpa serangan penyakit, Supaya buah belimbing tidak mudah rontok, supaya buah belimbing besar dan sempurna, buah belimbing rasanya asam manis segar.