Rabu, 05 Oktober 2016

Panduan mudah membuat box / mesin penetas telur sendiri


Membuat mesin penetas telur merupakan
http://tips-panduan-lengkap.blogspot.com/2015/03/panduan-mudah-membuat-box-mesin-penetas-telur-sendiri.html
jalan penting bagi pengusaha ternak unggas. Sebenarnya mesin penetas telur sudah banyak beredar luas dipasaran. Namun bagi pemula usaha yg memiliki dana terbatas untuk membeli mesin penetas yg harganya tidak dapat dibilang murah , ini dapat membuat alternatif dg panduan membuat mesin penetas telur sendiri.

Membuat mesin penetas telur sendiri tentunya lebih hemat biaya karena hanya membutuhkan bahan bahan dasar untuk proses pembuatan. Mesin ini nantinya dapat untuk menetaskan telur ayam kampung, ayam pedaging, bebek, itik, puyuh, dan telur telur unggas lainnya. Sumber tenaga penghangat nanti berasal dari lampu pijar yg dipasang di dalam box penetas telur. Arus listrik yg digunakan juga tidak besar.

Dalam tips membuat mesin penetas telur ini akan dibagi menjadi 3 sub, yakni :


  • Peralatan sekaligus panduan membuat
  • Persiapan
  • Pelaksanaan / Pengoperasian

Berikut adalah peralatan dan panduan membuatnya yg wajib di persiapkan.

  1. Siapakan sebuah peti yg berukuran 60 x 60 x 35 cm yg kerangkanya terbuat dari kayu sedangkan dindingnya terdiri dari dua lapis triplek dg jarak 3 cm. Peti tersebut wajib dilengkapi dg rak telur yg terbuat dari kawat rammyg diletakkan 5 cm diatas dasar peti.
  2. Pastikan juga peti dilengkapi lubang ventilasi berdiameter 1 cm yg berfungsi untuk pernafasan embrio, usahakan dibuat dua buah pada masing-masing dinding dan 5 buah lubang pada bagian atas.
  3. Sumber panas dapat dibuat dari dua buah lampu pijar 25 watt dan dua lampu pijar 15 watt. Apabila sumber panas dibuat dari lampu minyak, maka peti wajib dilengkapi dg pipa seng atau logam yg berbentuk L atau siku-siku yg berfungsi untuk menyalurkan panas dan lampu kedalam peti. Jangan lupa lampu minyak wajiblah dilengkapi semprong.
  4. Untuk menjaga kelembaban udara di dalam ruang peti, siapkan bak air yg terbuat dari seng berukuran 30 x 30 x 2 cm yg diletakkan di bawah rak telur.
  5. Untuk mengukur suhu di dalam ruang penetas siapkanlah sebuah termometer berskala fahrenheit yg diletakkan di atas susunan telur.

PERSIAPAN PENGGUNAAN MESIN PENETAS

  • Sebelum mesin tetas dipakai terlebih dahulu perlu dibersihkan dari hama dg panduan menyemprotkan air panas. Dan jangan menggunakan bahan-bahan kimia.
  • Bak air yg telah disiapkan tadi di isi air hangat kemudian ditutup dg kain hingga kain tersebut terendam. 
  •  Sebelum digunakan, mesin perli diuji coba terlebih dahulu selama 24 jam untuk mendapatkan temperatur yg stabil yaitu sekitar 102-104 fahrenheit.

JADWAL PELAKSANAAN & PENGOPERASIAN

  • Hari ke 1 : Masukkan telur ke dalam mesin yg telah siap pada pagi hari, dg posisi ujung telur dibawah dan bagian tumpul telur diatas dg sudut 40 derajat kemudian ventilasi ditutup hingga hari kedua.
  • Hari ke 3 : Putarlah telur 3 kali sehari pagi pada jam 07.00 WIB & ; siang jam 12.00 WIB, dan sore jam 19.00 WIB. Perlu diperhatikan bahwa telur jangan hingga dikeluarkan dari ruang mesin penetas.
  • Hari ke 4 : baliklah posisi telur dan dinginkan selama 15 menit dan buka ventilasi ¼ bagian saja.
  • Hari ke 5 : baliklah telur dan didinginkan serta ventilasi dibuka ½ bagian.
  • Hari ke 6 : Baliklah telur dan dinginkan serta ventilasi dibuka ¾ bagian.
  • Hari ke 7 : Baliklah telur dan dinginkan dg ventilasi dibuka seluruhnya. Kemudian telur di sortir dg panduan disenter diruang yg gelap untuk mengetahui telur yg kosong. Apabila dari hasil penyenteran terlihat jernih itu berarti telur itu kosong sehingga perlu di pisahkan.
  • Hari ke 8-13 : Baliklah telur dan dinginkan
  • Hari ke 14 : baliklah telur dan dinginkan, kemudian disenter lagi untuk mengetahui yg bibitnya mati. Telur yg mati akan terlihat lingkaran darah atau cairan, sedangkan telur yg hidup akan terlihat satu titik dan cabang.
  • Hari ke 15-18 : Baliklah telur dan dinginkan
  • Hari ke 19 : Telur mulai retak, gantungkanlah kain basah untuk menambah kelembaban dalam mesin.
  • Hari ke 20 : telur mulai menetas, tutuplah kaca pengintai dg kertas atau kain hitam.
  • Hari ke 21 : telur sudah menetas, maka bak air dan kain dapat dikeluarkan dari mesin penetas.
  • Hari ke 22 : Anak ayam yg baru menetas dikeluarkan dan pindahkan pada peti induk buatan.
Demikianlah panduan menetaskan telur dg menggunakan mesin penetas telur.